batampos – Puluhan ibu-ibu korban penipuan kupon paket sembako fiktif dari Pa, oknum ketua RT di kelurahan Bukit Tempayan, Kecamatan Batuaji datangi Polsek Batuaji, Kamis (10/3) siang. Mereka datang melaporkan Sw, seorang ibu rumah rumah tangga yang berdiam di perumahan Taman Carina.

Sw ini adalah orang yang mengutip uang paket sembako fiktif dari masyarakat RW 01, Perumahan Taman Carina, Kelurahan Tanjunguncang. Para ibu-ibu ini menginginkan ada pertanggungjawaban dari Sw sebab dialah yang berhubungan dengan masyarakat sebagai perpanjangan tangan dari Pa. Selain itu, para korban juga ingin mengetahui persis benar tidaknya oknum ketua RT tersebut ditangkap polisi.
BACA JUGA: Akhirnya Oknum Ketua RT Penjual Kupon Sembako Fiktif Ditangkap Polisi
Sebelumnya Sw ini adalah satu dari dua warga yang lebih dahulu melaporkan Pa ke Polsek Batuaji. Sw dan rekannya melapor sebab kasus penipuan paket sembako fiktif ini mulai dipertanyakan warga dan Pa sudah tak bisa ditemui lagi. Mereka berdua ingin agar polisi segera menangkap Pa sehingga masyarakat yang telah membeli kupon dari mereka bisa langsung menuntut ke Pa.
Namun itu tak berjalan mulus sebab Pa sendiri saat ini masih diburu polisi. Warga yang sudah geram akhirnya mengambil langka untuk melaporkan Sw juga ke polisi sebab dialah yang mengutip uang dari warga.
Kedatangan warga ke Polsek ini didampingi oleh ketua RW 01 Perumahan Taman Carina Hakimin. Hakimin membenarkan bahwa warganya akan mengadukan Sw ke polisi atas ketidak pastian penjualan paket sembako murah tadi. “Iya, saya mendampingi ibu-ibu ini. Mereka sudah mau ribut di komplek dengan ibu Sw, makanya saya sarankan ke kantor polisi saja,” ujarnya.
Menurut Hakimin, warga korban penipuan paket sembako murah di lingkungannya sudah mendatangi Sw, namun tidak ada pertanggungjawaban sama sekali sehingga membuat kaum ibu-ibu tadi berang. Mereka nyaris berantem sehingga ditenggarai perangkat RT/RW setempat untuk menyelesaikan di kantor polisi. (*)
Reporter: Eusebius Sara

