Minggu, 3 Mei 2026

Purnama Aji, Tersangka Kasus Kupon Sembako Fiktif Dicopot dari Jabatannya Sebagai Ketua RT

Berita Terkait

batampos- Purnama Aji, tersangka penipuan paket sembako murah di Batuaji telah diberhentikan sebagai ketua RT di kelurahan Bukit Tempayan. Sebelumnya dia memang menjabat sebagai ketua RT 01 di RW 08, Kelurahan Bukit Tempayan.

Panit Reskrim Polsek Batuaji, IPDA Jonatan menggiring purnama Aji tersnagka penjual kupon sembako fiktif. Foto Polsek Batuaji

Camat Batuaji Ridwan mengaku jajarannya telah mengambil tindakan tegas atas kejadian itu. Jabatan ketua RT dari tersangka telah dicabut dan layanan administrasi warga sementara waktu di pusatkan di kantor kelurahan Bukit Tempayan.
“Sudah dicabut SK nya sebagai ketua RT. Nanti akan dipilih lagi ketua RT penggantinya,” kata Ridwan.

BACA JUGA: Akui Edarkan Kupon Paket Sembako Fiktif, Oknum RT di Batuaji Tersangka

Terkait proses hukum terhadap pelaku, Ridwan mendukung penuh pihak kepolisian Batuaji untuk mengusut tuntas kasus penipuan itu.

“Karena banyak korban warga Batuaji. Dia (pelaku) bertindak diluar prosedur dan melanggar hukum sehingga kita dukung penuh pihak kepolisian untuk mengungkap semuanya,” kata Ridwan.

Terkait sembako murah tersebut kata Ridwan itu murni penipuan sebab belum ada lagi program sembako murah dari pemerintah. Jikapun ada pemungutan uang paket sembako murah di lokasi pembagian sembako bukan dikutip terlebih dahulu seperti itu. “Itu murni upaya penipuan dari yang bersangkutan. Semua perangkat baik tingkat RW, kelurahan dan kami di kecamatan sama sekali tak tahu itu,” kata Ridwan.

Kepada masyarakat Batuaji, Ridwan berpesan untuk lebih jeli lagi kedepannya dengan tawaran-tawaran seperti itu.”Kalaupun ada tawaran seperti itu harus diketahui RT/RW dan kelurahan biar jelas asal-usul bantuannya. Semoga kita semua lebih bijak lagi kedepannya,” kata Ridwan.

Sementara di Polsek Batuaji, Purnama Aji sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dia dalam proses penyelidikan lebih lanjut agar kasus ini diusut sampai tuntas. Kepada polisi dia mengakui kalau itu sengaja dilakukan untuk menipu warga demi keuntungan pribadinya. (*)

Reporter: Eusebius Sara

UPDATE