Sabtu, 25 Juli 2026

Disbudpar Batam Soroti Dugaan Pelecehan Turis: Bertentangan dengan Sapta Pesona

Berita Terkait

ILUSTRASI turis berbelanja di Batam. PHRI menyebut tingkat hunian hotel masih cukup stabil di awal tahun. Foto: chatgpt

batampos– Kasus dugaan perekaman terhadap seorang wisatawan perempuan asal Malaysia di toilet wanita kawasan Pelabuhan Internasional Harbour Bay, Batuampar, mendapat sorotan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam. Insiden yang viral di media sosial tersebut dinilai dapat mencoreng citra Batam sebagai salah satu destinasi wisata internasional.

Kepala Disbudpar Kota Batam, Ardiwinata, menyayangkan peristiwa yang diduga merupakan bentuk pelecehan tersebut. Menurutnya, tindakan semacam itu tidak seharusnya terjadi, terutama di fasilitas publik yang menjadi pintu masuk wisatawan mancanegara.

“Saya baru mendapatkan informasi mengenai kejadian tersebut. Di tempat umum tentu ada aturan yang harus dipatuhi. Jika ada yang melanggar, tentu akan berhadapan dengan hukum,” ujar Ardiwinata, Jumat (24/7/2026).

Bertentangan dengan Nilai Sapta Pesona

Ardiwinata mengatakan Batam selama ini mengembangkan sektor pariwisata dengan berpedoman pada konsep Sapta Pesona, yang mencakup tujuh unsur utama, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, serta memberikan kenangan yang baik bagi wisatawan.

Menurutnya, seluruh pelaku pariwisata dan pengelola fasilitas umum harus menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai pedoman dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

“Semua pihak harus memahami nilai-nilai Sapta Pesona tersebut. Pariwisata memberikan dampak ekonomi yang besar bagi masyarakat melalui peningkatan pendapatan. Karena itu, kejadian seperti ini tentu tidak baik bagi citra Batam sebagai kota pariwisata,” katanya.

Ia juga meminta seluruh pengelola destinasi wisata, pelabuhan, hotel, maupun fasilitas publik lainnya meningkatkan pengawasan dan sistem keamanan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.

DPRD Minta Penegakan Hukum Tegas

Sebelumnya, Ketua Komisi I DPRD Kota Batam, Jelvin Tan, turut menyampaikan keprihatinan atas dugaan pelecehan yang dialami wisatawan asal Malaysia tersebut.

Menurutnya, kasus itu harus menjadi perhatian serius karena Batam merupakan gerbang wisatawan mancanegara sekaligus kawasan strategis bagi investasi.

“Sebagai kota tujuan wisata, investasi, dan gerbang internasional, Batam harus senantiasa mampu memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi masyarakat maupun para wisatawan, sehingga kepercayaan terhadap daerah ini tetap terjaga,” ujarnya.

Jelvin menegaskan, penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku diperlukan untuk menjaga rasa aman sekaligus mempertahankan kepercayaan wisatawan dan investor terhadap Batam.

“Kepastian hukum dibutuhkan untuk memperkuat rasa aman dan kepercayaan masyarakat, wisatawan, maupun investor terhadap Kota Batam,” tutupnya.

Kasus dugaan perekaman tersebut saat ini masih dalam penanganan aparat kepolisian. Pemerintah berharap proses hukum berjalan secara profesional sehingga memberikan kepastian hukum sekaligus menjaga citra Batam sebagai destinasi wisata yang aman dan nyaman bagi wisatawan domestik maupun mancanegara. (*)

UPDATE