
batampos – Tidak masuknya Singapura dan Malaysia sebagai 14 negara yang dilarang masuk, makin menguatkan rencana pemerintah Indonesia-Singapura menerapkan Vaccinated Travel Lane (VTL) yang sempat tertunda beberapa kali. Bahkan, realisasi VTL ini tinggal menunggu perkembangan Covid-19 dalam dua pekan ke depan.
Rencana pemberlakukan VTL ini bahkan sudah dibahas dalam rapat terbatas Gubernur Kepri Ansar Ahmad dengan jajaran kementerian dan lembaga terkait lainnya, Sabtu (8/1).
Dalam rapat ini, Gubernur Kepri meminta adanya diskresi untuk wisman dari Singapura dalam hal karantina saat masuk ke Kepri.
“Pak Gubernur meminta adanya karantina area saja. Jadi misalnya menginap di resort, tidak perlu berada di kamar. Namun bisa keluar dan nemanfaatkan fasilitas di resort tersebut,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Buralimar, Minggu (9/1).
Dari konsep yang ditawarkan sementara waktu, ada dua lokasi yang dipilih untuk menerapkan hal ini, yakni Lagoi-Bintan dan Nongsa-Batam.
Baca Juga: Wisman Singapura-Malaysia Sudah Bisa Masuk Batam
Namun, kata Buralimar, banyak permintaan agar wisman dari Singapura dibuka untuk seluruh area Batam, sehingga tak perlu lagi karantina di wilayah tempatnya menginap.
“Usul masih dipertimbangkan, sebab harus memikirkan penerapakn protokol kesehatan. Kami paham pemerintah berusaha agar kasus Covid-19 tidak naik lagi,” ucapnya.
Industri pariwisata sudah sangat terpuruk. Banyak masyarakat Kepri yang bergantung pada pergerakan industri pariwisata.
Oleh sebab itu, Pemerintah Provinsi Kepri, kata Buralimar, berusaha mencari berbagai opsi, agar industri pariwisata di Kepri dapat bangkit kembali.
Selain berharap pada wisatawan mancanegara, Buralimar mengatakan, Kepri sangat mengharapkan kedatangan wisatawan nusantara (Wisnus).
Namun, masuknya gelombang wisnus ke Kepri, sangat perlu ditunjang dengan rute pesawat langsung.
“Kami tahu ada beberapa rute yang telah ditutup seperti Yogyakarta, Bandung, dan Bali. Kami sangat berharap, rute-rute ini diaktifkan lagi, sehingga mendukung pariwisata di Kepri,” ujarnya.
Ia menyadari, wisnus sedikit enggan, jika harus mendatangi suatu tempat dengan pola penerbangan transit. Sehingga, ia mendorong maskapai-maskapai dapat menambah rute penerbangan ke Kepri.
Saat ini, imunitas di Kepri sangat baik. Berdasarkan survey dilakukan beberapa waktu lalu, herd immunity Kepri mencapai 89,6 persen. Sedangkat tingkat vaksinasi dosis pertama sudah melebihi 100 persen.
“Vaksin tinggi, herd immunity juga ditambah masyarakat yang menerapkan protkes ketat. Hal ini menjadi nilai tambah Kepri, untuk menerima wisman maupun wisnus ” ucapnya. (*)
Reporter: FISKA JUANDA

