
batampos – Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dan kelangkaan bahan baku di pasar global mulai memberi tekanan terhadap sejumlah sektor industri di Batam. Industri yang masih bergantung pada bahan baku impor menjadi yang paling terdampak akibat meningkatnya biaya produksi.
Di tengah kondisi tersebut, beredar informasi mengenai rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) dalam jumlah besar di salah satu perusahaan garmen di Batam pada Agustus mendatang. Namun, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Batam mengaku belum menerima laporan resmi terkait kabar tersebut.
Ketua Apindo Batam, Rafki Rasid, mengatakan hingga saat ini pihaknya belum memperoleh informasi resmi mengenai PHK massal maupun penutupan operasional perusahaan akibat tekanan ekonomi.
“Tidak ada laporan. Informasi itu dari mana? Sampai saat ini Apindo Batam belum menerima laporan resmi terkait PHK ataupun perusahaan yang akan menutup operasionalnya,” ujar Rafki, Jumat (12/6).
BACA SELENGKAPNYA di harian.batampos.co.id

