Sabtu, 20 Juni 2026

Jalan Lingkar Selatan Mulai Dibangun, Batuaji-Nongsa Tak Perlu Lagi Lewat Kepri Mall ‎

Berita Terkait

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata. Foto : Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Pemerintah Kota Batam mulai merealisasikan pembangunan Jalan Lingkar Selatan, salah satu proyek infrastruktur jalan yang diproyeksikan menjadi jalur alternatif baru untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di sejumlah ruas utama kota.

‎Proyek sepanjang 9,94 kilometer tersebut akan menghubungkan kawasan Sei Beduk hingga Nongsa. Tahun ini, pembangunan tahap awal dimulai dengan alokasi anggaran sebesar Rp15 miliar melalui APBD Kota Batam.

‎Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, Metra Dinata, mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Selatan merupakan bagian dari rencana besar pengembangan tiga jalan lingkar di Batam, yakni Jalan Lingkar Selatan, Jalan Lingkar Tengah, dan Jalan Lingkar Utara.

‎Menurut dia, angka kebutuhan anggaran yang sempat muncul sebesar Rp130,78 miliar masih berupa estimasi awal dan belum merupakan nilai final keseluruhan proyek.

‎”Itu masih angka kasar untuk kebutuhan pembangunan jalan lingkar. Perencanaan masih terus berjalan dan akan disesuaikan dengan tahapan pekerjaan setiap tahun,” kata Metra, Kamis (18/6) siang.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Turun, Tarif Logistik Batam Belum Kembali Normal

‎Ia menjelaskan, anggaran Rp15 miliar yang dialokasikan tahun ini hanya untuk pengerjaan tahap awal Jalan Lingkar Selatan sepanjang sekitar dua kilometer lebih.

‎Sementara pembangunan keseluruhan akan dilakukan secara bertahap hingga ditargetkan selesai pada 2029.

‎”Tahun ini dimulai Jalan Lingkar Selatan dulu. Insya Allah tahun depan ruas lainnya mulai berjalan. Ada Jalan Lingkar Tengah dan Jalan Lingkar Utara yang total panjangnya sekitar belasan kilometer lagi,” ujarnya.

‎Jalur Alternatif Hindari Kemacetan Jalan Ahmad Yani

‎Pemko Batam menilai keberadaan Jalan Lingkar Selatan akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi beban lalu lintas di koridor utama Kota Batam yang selama ini terpusat di Jalan Ahmad Yani.

‎Metra menjelaskan, nantinya kendaraan dari Batuaji, Sagulung, maupun kawasan industri Mukakuning yang hendak menuju Kabil, Punggur, atau Nongsa tidak lagi harus melewati kawasan Batam Center dan Simpang Kepri Mall.

‎Sebaliknya, pengendara dapat menggunakan jalur alternatif melalui Muka Kuning, Jalan S. Parman, Sei Pancur hingga kawasan Bagan dan Sei Beduk.

‎”Misalnya orang dari Batuaji mau ke Nongsa atau Punggur tidak perlu lagi lewat Ahmad Yani atau depan Kepri Mall. Nanti ada jalur alternatif yang bisa digunakan,” katanya.

Baca Juga: Ketergantungan Impor Jadi Titik Lemah Perekonomian Daerah

Menurut dia, konsep jalan lingkar tersebut dirancang untuk memecah konsentrasi kendaraan yang selama ini bertumpu pada satu koridor utama. ‎Dengan bertambahnya pilihan jalur, kemacetan yang rutin terjadi pada jam berangkat dan pulang kerja diharapkan dapat berkurang.

‎”Harapannya saat jam sibuk pagi dan sore, arus kendaraan bisa lebih terurai,” ujar Metra.

‎Sudah Dikaji

‎Metra mengatakan pemerintah telah melakukan kajian lalu lintas sebelum memutuskan pembangunan Jalan Lingkar Selatan.

‎Meski belum merinci persentase penurunan volume kendaraan yang diproyeksikan, hasil kajian menunjukkan kebutuhan akan jalur alternatif semakin mendesak seiring pertumbuhan penduduk dan kendaraan di Batam.

‎Saat ini, sebagian besar mobilitas warga masih bergantung pada Jalan Ahmad Yani yang menghubungkan Batuaji, Sagulung, Batam Center, hingga Nongsa. ‎Kondisi tersebut membuat sejumlah titik menjadi langganan kemacetan terutama pada jam-jam sibuk.

‎”Sudah ada kajian. Memang tujuan utamanya untuk mengurangi beban lalu lintas di jalan utama dan membuka akses baru,” katanya.

‎Dorong Pengembangan Kawasan Selatan

‎Selain mengurai kemacetan, pembangunan Jalan Lingkar Selatan juga diproyeksikan membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan Batam yang selama ini belum berkembang optimal.

‎Akses jalan yang lebih baik diyakini akan mendorong tumbuhnya kawasan permukiman, perdagangan, jasa, hingga investasi baru di sepanjang koridor yang dilalui jalan tersebut.

‎Pemerintah juga berharap keberadaan jaringan jalan lingkar dapat menciptakan pemerataan pembangunan sehingga aktivitas ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di Batam Center.

‎Metra menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan jalan baru, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan kapasitas infrastruktur Batam menghadapi pertumbuhan penduduk dan investasi dalam beberapa tahun ke depan.

‎”Batam terus berkembang. Kalau hanya mengandalkan jalan yang ada sekarang, suatu saat kapasitasnya tidak akan cukup. Karena itu kita siapkan jaringan jalan baru dari sekarang,” katanya.

‎Meski demikian, pembangunan proyek akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

‎Pemko Batam menargetkan Jalan Lingkar Selatan dapat menjadi salah satu tulang punggung konektivitas baru kota ketika seluruh jaringan jalan lingkar selesai dibangun pada 2029. (*)

ReporterM. Sya'ban

UPDATE