
batampos – Kasus HIV/IDS di Kota Batam terus bertambah. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Batam, sepanjang Januari hingga November 2021, terdapat 406 kasus baru HIV/AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Batam Didi Kusmardji menjelaskan, HIV atau Human Immunodeficiency Virus ini sebagian besar disebabkan seks bebas yang disertai tanpa alat pengaman atau kondom sehingga berpotensi terinveksi HIV. Apalagi ganti-ganti pasangan. Ditambah yang berhubungan seks dengan sesama jenis.
“Paling banyak itu pasangan sejenis LSL (Lelaki Suka Lelaki),” jelas Didi, Senin (27/12).
Sementara itu bagi pasangan sejenis lesbian diakuinya, tidak masuk kelompok resiko. Sebab, secara teknis tidak ada penetrasi dan dianggap rendah resikonya. Begitu juga dengan pengguna jarum suntik (narkoba) yang saat ini sudah jarang digunakan.
Baca Juga: Kasus HIV Baru Ada 406, Paling Banyak Usia Produktif
Adapun bila dikategorikan jenis pekerjaan penderita HIV tahun ini belum direkapitulasi. Namun tahun 2020 lalu, didominasi karyawan atau buruh pabrik yakni sebanyak 202 kasus. Lalu ada ibu rumah tangga 81 kasus, tidak bekerja atau anak-anak dan WPS langsung atau tidak langsung masing-masing 32 kasus, dan buruh bangunan atau kuli angkut 26 kasus.
Berikutnya, mahasiswa dan mahasiswi 22 kasus, pedagang atau salesman 14 kasus, dan salon, hotel dan panti pijat 11 kasus. Ada juga nelayan, petani atau peternak enam kasus, sekuriti lima kasus serta anak buah kapal, pelaut, supir, PNS, TNI, Polri masing-masing sebanyak tiga kasus.
Ditambahkan Didi, berbagai upaya terus dilakukan Dinkes Batam dalam menimimalis angka HIV/AIDS ini. Salah satu memberikan penyuluhan dengan melibatkan semua lapisan masyarakat. Melakukan tes HIV/AIDS sebanyak-banyaknya termasuk juga Mobile VCT.
Selain itu pihaknya juga memberikan sosialisasi pengobatan segera, sebab orang dalam HIV/AIDS (ODHA) yang teratur ARV menyebabkan viral load rendah dan kemungkinan pularkan juga menjadi rendah.
“Selain itu kita juga menurunkan stigma HUV AIDS di masyarakat,” pungkasnya. (*)
Reporter: RENGGA YULIANDRA

