Sabtu, 27 Juni 2026

Kenduri Kebangsaan Polda Kepri, Hadirkan Ustaz Abdul Somad

Berita Terkait

Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin, Ustaz Abdul Somad, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, dan Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura mendapatkan sambutan tarian Melayu di teras Gedung Lancang Kuning, Mapolda Kepri. Foto: Yashinta

batampos – Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Kepri berlangsung dengan nuansa berbeda. Selain diisi tausiah kebangsaan oleh Ustaz Abdul Somad, kegiatan juga dikemas melalui Kenduri Kebangsaan bernuansa adat Melayu yang mempererat silaturahmi lintas elemen masyarakat.

Pada kesempatan itu, Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin menerima penghargaan Sekalung Budidari Dewan Kebudayaan Provinsi Kepulauan Riau atas dedikasinya dalam melestarikan warisan budaya Melayu.

Kegiatan yang digelar di Gedung Lancang Kuning Polda Kepri itu dihadiri Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Ketua DPRD Provinsi Kepri, unsur Forkopimda, perwakilan TNI, BIN, BNNP Kepri, tokoh lintas agama, Ketua LAM Kepri, tokoh adat, tokoh masyarakat, paguyuban, Wakapolda Kepri, Bhayangkari, serta para Pejabat Utama Polda Kepri.

Penghargaan Sekalung Budi diberikan kepada Kapolda Kepri sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya terhadap pembuatan rekaman audiovisual Gurindam 12 karya Raja Ali Haji. Upaya tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam pelestarian warisan budaya Melayu di Provinsi Kepulauan Riau.

Baca Juga: Pengendali Judi Online di Batam Diduga WNA, Polda Kepri Masih Buru AD

Dalam sambutannya, Kapolda Kepri Irjen Asep Safrudin mengatakan Kenduri Kebangsaan sengaja dikemas dengan nuansa adat Melayu sebagai simbol persaudaraan, kebersamaan, dan persatuan.

“Melalui tradisi duduk bersila dan makan berhidang, kita ingin mempererat silaturahmi, menghilangkan sekat-sekat perbedaan, serta memperkuat persatuan dalam kehidupan bermasyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan, Kepulauan Riau sebagai beranda terdepan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus terus dijaga agar tetap aman, damai, dan kondusif. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus bersatu menjaga stabilitas keamanan demi mendukung pembangunan daerah.

Sementara itu, Ustadz Abdul Somad mengapresiasi Polda Kepri yang menghadirkan kegiatan Hari Bhayangkara dengan mengangkat adat dan budaya Melayu. Menurutnya, budaya merupakan identitas bangsa yang harus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Adat dan budaya adalah jati diri bangsa yang harus terus kita jaga, lestarikan, dan wariskan kepada anak cucu,” katanya.

Baca Juga: Hotel dan Restoran Jadi Penyumbang Terbesar Food Waste di Kepri

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Budaya, sejarah, dan nilai-nilai kebersamaan, menjadi fondasi utama dalam memperkuat persaudaraan sekaligus menjaga keutuhan bangsa.

“Kalau persatuan terjaga, maka keamanan dan kedamaian juga akan tetap terpelihara,” pungkasnya.

Melalui Kenduri Kebangsaan dan Tausiah Kebangsaan tersebut, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan semakin kuat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sekaligus memperkokoh persatuan dan kesatuan di Provinsi Kepulauan Riau pada momentum Hari Bhayangkara ke-80. (*)

ReporterYashinta

UPDATE