Sabtu, 18 Juli 2026

Kemacetan Parah di Jalan Ahmad Yani Batam

Berita Terkait

Kemacetan mengular sepanjang sekitar satu kilometer di Jalan Ahmad Yani, Batam, Jumat (17/7). Antrean kendaraan membentang dari kawasan K-Square hingga Simpang Lampu Merah Panbil pada jam pulang kerja. F Jamaluddin/Batam Pos

batampos – Kemacetan panjang kembali terjadi di Jalan Ahmad Yani, Kota Batam, pada Jumat (17/7/2026) sore. Antrean kendaraan mengular dari kawasan K-Square (Kepri Mall) hingga Simpang Lampu Merah Panbil seiring ribuan pekerja pulang secara bersamaan setelah jam kerja.

Kepadatan lalu lintas mulai terasa sekitar pukul 16.30 WIB dan berlangsung hingga menjelang 19.00 WIB. Arus kendaraan di sejumlah titik nyaris tidak bergerak dengan antrean mencapai sekitar satu hingga dua kilometer.

Salah satu titik kemacetan terparah berada di jalur menuju Jalan Letjen Suprapto, tepatnya di depan SPBU Pertamina Muka Kuning, yang dipenuhi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Proyek Pelebaran Jalan Belum Redakan Kemacetan

Di tengah padatnya arus lalu lintas, proyek pelebaran Jalan Ahmad Yani masih berlangsung. Sebuah alat berat jenis ekskavator terlihat melakukan penggalian di sisi jalan sebagai bagian dari pekerjaan penambahan lajur.

Namun, selama proses konstruksi berlangsung, proyek tersebut belum mampu mengurangi kepadatan kendaraan pada jam sibuk. Bahkan, penyempitan ruas jalan di beberapa titik dinilai turut memperlambat arus lalu lintas.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pengendara sepeda motor memilih memanfaatkan bahu jalan untuk menghindari antrean. Sebagian lainnya bahkan melintas melalui jalan tanah di sisi proyek sebagai jalur alternatif.

Hujan yang mengguyur kawasan tersebut sebelumnya membuat jalur tanah berubah menjadi licin dan berlumpur. Pengendara terpaksa melaju perlahan untuk menghindari genangan air dan kendaraan lain yang berhenti di depannya.

Pengendara Keluhkan Macet yang Terjadi Setiap Hari

Rudi, salah seorang pengendara yang terjebak kemacetan, mengatakan kepadatan lalu lintas pada sore hari sudah menjadi pemandangan rutin.

“Hampir setiap sore macet seperti ini karena orang pulang kerja bersamaan. Kendaraan terlalu banyak dan jalan tidak mampu menampung,” ujarnya.

Keluhan serupa disampaikan Ryan yang setiap hari melintasi ruas Jalan Ahmad Yani. Menurutnya, lonjakan volume kendaraan saat jam pulang kerja menjadi penyebab utama kemacetan.

“Ini terjadi setiap hari. Kendaraan sangat banyak, apalagi jam pulang kerja,” katanya.

Sementara itu, Windi menilai proyek pelebaran jalan yang masih berlangsung turut menimbulkan titik penyempitan sehingga antrean kendaraan semakin panjang.

“Meski pelebaran jalan sudah dilakukan, macetnya masih tetap terjadi setiap sore. Proyeknya juga cukup lama, sampai sekarang belum selesai sehingga kendaraan menumpuk,” ujarnya.

Ia mengaku kemacetan biasanya mulai terjadi sekitar pukul 16.30 WIB hingga 19.00 WIB.

“Sudah capek kerja, masih harus menghadapi macet panjang di perjalanan,” tambahnya.

Jalan Ahmad Yani Jadi Jalur Vital Mobilitas Pekerja

Jalan Ahmad Yani merupakan salah satu koridor utama di Kota Batam yang menghubungkan kawasan Batam Centre dengan Muka Kuning, Panbil, pusat perbelanjaan, kawasan perkantoran, serta sejumlah permukiman padat penduduk.

Ruas jalan ini menjadi akses utama ribuan pekerja menuju dan dari berbagai kawasan industri setiap hari. Tingginya volume kendaraan pada jam berangkat dan pulang kerja kerap menyebabkan kepadatan lalu lintas, terutama di sejumlah simpang utama.

Pemerintah tengah melakukan pelebaran jalan untuk meningkatkan kapasitas ruas tersebut. Meski diharapkan dapat mengurai kemacetan dalam jangka panjang, selama proses pembangunan berlangsung masyarakat masih harus menghadapi antrean panjang pada jam-jam sibuk. (*)

UPDATE

Play sound