
batampos – Suasana penuh semangat mewarnai kawasan rawa di Shelter Mangrove Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk, Sabtu (18/7) pagi. Keluarga besar PT Rubycon Indonesia bersama tamu dari Jepang, komunitas lingkungan, dan pemerintah turun langsung menembus lumpur saat air laut pasang untuk menanam mangrove sebagai bagian dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dalam menjaga kelestarian pesisir Batam.
Meski harus berjalan di atas lumpur yang licin, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan. Momen tersebut menjadi pengalaman tersendiri karena seluruh peserta harus berjibaku dengan medan rawa demi menanam bibit mangrove yang diharapkan menjadi benteng alami kawasan pesisir di masa mendatang.
Dalam kegiatan tersebut, PT Rubycon Indonesia menyiapkan sebanyak 2.000 bibit mangrove. Sebanyak 1.500 bibit telah lebih dahulu ditanam, sedangkan 500 bibit lainnya ditanam secara simbolis bersama seluruh peserta di Kawasan Hutan Lindung Buana Raja, Kelurahan Tanjung Piayu, Kecamatan Sei Beduk.
Presiden Direktur PT Rubycon Indonesia, Hiroaki Akahane, melalui General Manager PT Rubycon Indonesia Ridarma Budi Sinaga mengatakan perusahaan yang telah beroperasi selama 32 tahun di Batam memiliki tanggung jawab untuk ikut menjaga lingkungan, terutama kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari keberlangsungan ekosistem.
“Selama 32 tahun berada di Batam, kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi lingkungan sekitar. Hari ini kami menanam mangrove melalui program CSR sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan tempat perusahaan beroperasi. Apa yang ditanam hari ini mungkin masih kecil, tetapi beberapa tahun ke depan akan menjadi pohon besar yang bermanfaat bagi anak cucu kita,” ujar Ridarma.
Ia juga berharap kegiatan tersebut semakin memperkuat hubungan baik antara Indonesia dan Jepang, tidak hanya dalam sektor industri, tetapi juga dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan. Menurutnya, kolaborasi lintas negara sangat penting untuk menghadirkan masa depan yang lebih hijau.
Sekretaris Kelurahan Sei Beduk, Irwan, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia mengatakan kawasan Tanjung Piayu pada masa lalu dikenal memiliki hutan mangrove yang cukup luas sehingga upaya rehabilitasi seperti ini perlu terus dilakukan secara berkelanjutan.
“Program seperti ini sangat baik bagi lingkungan. Dulu kawasan Piayu memiliki banyak mangrove. Karena itu, pelestarian harus terus dilakukan dan semoga kegiatan seperti ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi berlanjut di masa mendatang,” katanya.
Sementara itu, Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung (KPHL) Unit II Batam, Lamhot M. Sinaga, menilai penanaman mangrove merupakan langkah kecil yang akan memberikan manfaat besar bagi generasi mendatang. Ia menegaskan bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kepedulian seluruh elemen masyarakat.
“Masalah lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada penanaman, tetapi juga berlanjut hingga tahap perawatan dan mampu menginspirasi perusahaan-perusahaan lain untuk ikut berkontribusi menjaga hutan mangrove di Batam,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penyerahan simbolis bibit mangrove dari Presiden Direktur PT Rubycon Indonesia kepada perwakilan Rumpun Bakau Indah (RBI), penyerahan piagam penghargaan kepada PT Rubycon Indonesia, pembekalan teknik penanaman mangrove, aksi bersih-bersih lokasi, serta makan siang bersama. Melalui kolaborasi antara dunia usaha, komunitas, dan pemerintah tersebut, diharapkan upaya pelestarian mangrove di Batam terus berkelanjutan sehingga ekosistem pesisir tetap terjaga untuk generasi yang akan datang. (*)

