
batampos.co.id – Komunitas Basiba Sumbar cabang Kepri dikukuhkan oleh Ketua Komunitas Basiba Sumbar, Titi Rahmayati, di Mall Botania 2, Sabtu (14/11/2021).
Ketua Komunitas Basiba Sumbar, Titi Rahmayati, mengatakan, sangat berterima kasih karena organisasi yang didirikan di Sumatra Barat dapat diberi tempat dan berkiprah di Provinsi Kepri.
“Hari ini kita lantik kepegurusan Komunitas Basiba Sumatra Barat Cabang Provinsi Kepri. Semoga teman-teman kita yang dilantik hari ini dapat bersinergi dengan semua pengurus, anggota dan SKPD di Kota Batam serta Provinsi Kepri,” ujarnya.
Selain itu ia berharap para pengurus Komunitas Basiba Cabang Provinsi Kepri dapat bersinergi dengan ninik mamak, cerdik pandai, alim ulama di Kota Batam dan Provinsi Kepri.
Ketua Komunitas Basiba Sumbar Cabang Provinsi Kepri, Lisa Yulia, mengatakan, komunitas tersebut dibentuk untuk memperkenalkan budaya perempuan minang.
“Jadi padusi (perempuan,red) minang itu pakaiannya ada baju kurung, namanya baju kuruang Basiba,” katanya.
Ia menjelaskan, tujuan utama Komunitas Basiba di Provinsi Kepri adalah untuk melestarikan budaya Sumatra Barat khususnya bagi perempuan minang.
“Meski kita (perempuan minang,red) berada dirantau orang kita tetap bisa melestarikan budaya dari daerah kita sendiri,” paparnya.
Saat ini kata dia, Komunitas Basiba di Kepri sudah ada di Kota Batam dan Tanjung Pinang.
“Hari ini juga baru dilantik Komunitas Basiba Sumbar Cabang Kepri dan kita juga melantik Komunitas Basiba Sumbar Cabang Tanjung Pinang,” ujarnya.
Selanjutnya dalam waktu dekat pihaknya akan membentuk Komunitas Basiba Sumbar di Kabupaten/Kota lainnya di Provinsi Kepri.
“Target ke depannya, padusi-padusi minang yang ada di Kepri bisa mengenal lagi bahwa padusi minang memiliki baju yang menjadi ciri khasnya,” katanya.
Ia menjelaskan, baju Basiba adalah pakaian yang memiliki ciri khas utamanya yakni tidak membentuk badan.
Pihaknya ingin perempuan-perempuan minang yang ada di Kepri apabila ingin menghadiri acara formal atau pesta dapat mengenakan pakaian khasnya yakni Basiba.
Selain membudayakan pakaian khas perempuan minang, Komunitas Basiba Sumbar Cabang Kepri juga mengelar donasi yang akan digunakan untuk sekolah tahfidz qur’an.
“Kami telah mendirikan Yayasan Ranjak Basiba dan kami memiliki rumah tahfizd, namanya rumah tahfizd Sutan Barelang dan sudah ada anak didiknya,” paparnya.
Anak didik di rumah tahfizd tersebut kata dia, tidak dipungut biaya hingga menjadi para penghapal atau tahfizd alquran.
“Biayanya itu dari sumbangan semua anggota Komunitas Basiba dan juga masyarakat umum yang ada di Kepri,” tuturnya.
Sementara itu Wakil Gubernur Kepri, Marlin Agustina, mengatakan, pakaian Komunitas Basiba banyak kesamaan dengan adat melayu.
“Baju Basiba ini lurus saja dan tidak membentuk tubuh dan ini adalah baju yang betul-betul membuat kita (perempuan,red) nyaman memakainya,” katanya.
Ia berharap kepada para pengurus Komunitas Basiba Sumbar Cabang Kepri yang baru dilantik dapat mengembangkan budaya-budaya Sumatra Barat.
“Mudah-mudahan komunitas ini bisa berkembang hingga ke daerah-daerah lainnya di Provinsi Kepulauan Riau. Pemerintah Provinsi Kepri sangat mendukung penuh upaya dalam pengembangan budaya,” katanya.
Pada pengukuhan tersebut juga digelar syukuran HUT Komunitas Basiba Sumbar Cabang Kota Batam yang pertama.(esa)

