Sabtu, 25 April 2026

Masih Fokus Salurkan Bantuan Pangan, Stok Minyakita di Batam Dipastikan Normal Mei

Berita Terkait

Kepala Bulog Batam Guindo XL menunjukan Minyakkita untuk bantuan pangan Batam dan Karimun, Jumat (24/4). F Cecep Mulyana/Batam Pos

batampos – Ketersediaan minyak goreng merek Minyakita di Batam dipastikan akan kembali normal pada Mei 2026. Saat ini, Perum Bulog masih memprioritaskan penyaluran bantuan pangan dari pemerintah.

Pimpinan Perum Bulog Kantor Cabang Batam, Guido XL Pereira, mengatakan hingga April ini pasokan Minyakita untuk Batam memang belum masuk. Hal tersebut karena distribusi masih difokuskan untuk program bantuan pangan nasional.

“Tapi kami upayakan awal Mei sudah mulai masuk,” ujar dia, Jumat (24/4).

Baca Juga: Pedestrian Beralih Fungsi, DPRD Batam Soroti Lemahnya Pengawasan

Meski pasokan belum tersedia secara maksimal, Guido memastikan harga minyak goreng di pasaran masih relatif stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.

“Harga masih stabil, jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Ia menjelaskan, kebutuhan Minyakita di wilayah Kepulauan Riau, khususnya Batam, cukup besar. Rata-rata kebutuhan mencapai sekitar 2 juta liter per bulan, bahkan bisa lebih tinggi karena adanya dua skema alokasi distribusi.

“Dengan dua alokasi, masing-masing dua liter, total kebutuhan bisa lebih besar. Untuk Batam sendiri, estimasinya sekitar 260 ribu liter,” jelasnya.

Menurut Guido, distribusi saat ini memang diprioritaskan untuk bantuan pangan. Setelah kuota bantuan terpenuhi, barulah pasokan untuk kebutuhan komersial atau pasar umum akan disalurkan.

Baca Juga: Tanah Berceceran di Jalan Letjend Suprapto, Bikin Khawatir Pengendara

“Kami sudah ajukan pembukaan pemesanan. Namun saat ini mereka selesaikan dulu kuota bantuan. Setelah itu baru dialokasikan untuk penjualan di pasar,” terangnya.

Dengan kondisi tersebut, Bulog optimistis distribusi Minyakita untuk pasar umum akan kembali normal pada Mei mendatang, seiring masuknya alokasi baru dari pusat.

Bulog Batam juga terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat guna memastikan ketersediaan pangan tetap terjaga dan kebutuhan masyarakat terpenuhi. (*)

ReporterYashinta

UPDATE