Jumat, 29 Mei 2026

Petugas Masih Menelusuri Asal-usul Mineral Radioaktif yang Diduga Bahan Baku Nuklir

spot_img

Berita Terkait

Petugas saat memeriksa barang yang diduga mengandung radio aktif. f. istimewa

batampos – Pengungkapan dugaan penyelundupan ratusan ton mineral yang diduga mengandung unsur radioaktif dan Logam Tanah Jarang (LTJ) di perairan Kepulauan Riau terus berkembang. Aparat gabungan kini mendalami asal-usul bahan tambang tersebut, termasuk lokasi penambangan, pihak eksportir hingga pemilik sebenarnya dari muatan bernilai fantastis itu.

Kasus ini menjadi perhatian serius lantaran hasil uji laboratorium menemukan kandungan sejumlah unsur strategis seperti Zirconium Oxide, Thorium Oxide, Neodymium Oxide, Triuranium Oktasida hingga Cerium Oksida pada sampel mineral ilminite yang diamankan dari kapal TB Capricorn 106/TK Capricorn 92.210.

Komandan Kodaeral IV Laksda TNI Berkat Widjanarko sebelumnya mengatakan, penyelidikan tidak hanya fokus pada proses pengiriman barang, namun juga menelusuri rantai distribusi dan sumber material tambang tersebut. Menurutnya, seluruh pihak yang terlibat akan didalami guna memastikan ada tidaknya pelanggaran pidana dalam aktivitas ekspor mineral strategis itu.
“Sekarang masih dilakukan pendalaman secara menyeluruh, mulai dari asal barang, dokumen pengiriman hingga pihak-pihak yang terkait dalam proses ekspor tersebut,” ujar Berkat dalam keterangannya.

Sejauh ini aparat telah membuka 15 dari total 25 kontainer yang diamankan di Dermaga Mako Kodaeral IV Batam. Pemeriksaan dilakukan dengan mencocokkan isi muatan terhadap dokumen ekspor serta hasil laboratorium untuk memastikan jenis material yang sebenarnya dikirim melalui jalur laut tersebut.

Dugaan kuat muncul bahwa mineral tersebut berasal dari aktivitas pertambangan ilegal atau pengelolaan minerba tanpa izin resmi. Aparat juga mendalami kemungkinan adanya jaringan yang selama ini memanfaatkan jalur laut Kepri sebagai pintu keluar pengiriman mineral bernilai tinggi ke luar negeri.

Selain menelusuri sumber tambang, penyidik juga memburu pihak eksportir maupun pemilik utama muatan. Identitas perusahaan pengirim dan tujuan akhir pengiriman kini masih dirahasiakan demi kepentingan penyelidikan yang sedang berlangsung.

Pangkoarmada RI Laksdya TNI Denih Hendrata menegaskan TNI AL akan terus memperkuat pengawasan wilayah laut Indonesia guna mencegah praktik penyelundupan sumber daya alam strategis yang berpotensi merugikan negara dalam jumlah besar.
“Keberhasilan pengungkapan ini menjadi bukti kesiapsiagaan jajaran TNI AL dalam menjaga wilayah laut Indonesia serta mengamankan kekayaan alam nasional dari praktik ilegal,” kata Denih.

Kasus dugaan penyelundupan mineral mengandung unsur radioaktif ini sendiri menyita perhatian karena nilai ekonominya diperkirakan mencapai triliunan rupiah. Selain bernilai tinggi, sejumlah kandungan yang ditemukan juga termasuk material strategis yang penggunaannya berkaitan dengan industri teknologi hingga energi.

Hingga kini aparat gabungan TNI AL bersama instansi terkait masih terus melakukan penyelidikan mendalam. Pemeriksaan terhadap seluruh kontainer ditargetkan rampung dalam waktu dekat untuk mengungkap secara utuh jaringan, asal tambang serta pihak yang bertanggung jawab dalam pengiriman mineral ilegal tersebut.(*)

spot_img

UPDATE

Play sound