
batampos – Stok hewan ternak kambing dan sapi di Kota Batam yang semakin menipis akan berdampak pada kenaikan harga jual.
Menipisnya stok kambing dan sapi di Kota Batam ini menyusul dengan adanya Surat Edaran penghentian pengiriman sapi dan kambing keluar daerah untuk antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Seorang pedagang hewan kurban Masjid Raya Batam Center, Kakan Sri Agung, mengatakan, setiap tahunnya harga jual kambing dan sapi mengalami kenaikan. Apalagi menjelang hari besar seperti Idul Adha.
“Tapi kali ini harga jual naik karena kebijakan pelarangan hewan kurban yang akan di suplai ke Batam dari Sumatera Selatan,” katanya.
Ia mengungkapkan, hampir seluruh para pedagang sapi di Kota Batam membeli hewan ternak dari Lampung Tengah dan Lampung Timur.
Mereka mengambil dari dua daerah tersebut dikarenakan biaya transportasi yang lebih murah jika dibandingkan dengan mengambil dari daerah lain.
“Aksesnya kan tinggal naik ke kapal Ro-Ro dan langsung nyebrang ke Batam. Kalau daerah lain, ada biaya tambahan terutama di transportasi,” ungkapnya.
Terkait harga, dirinya menyebut untuk sapi bobot 340-350 kilogram dijual dengan harga Rp 25 juta. Atau naik Rp 5 juta dibandingkan sebelumnya yang hanya Rp 20 juta.
Sementara sapi bobot 380-420 kilogram seharga Rp 27,5 juta naik Rp 5 juta dibandingkan harga sebelumnya yang hanya Rp27 juta.
“Itu belum lagi biaya lab yang mencapai Rp600 ribu per hewan kurban,” lanjutnya.
Sejak diberlakukannya pelarangan hewan ternak, ketersediaan hewan kurban di Kota Batam baru mencapai 10 persen, dari kebutuhan hewan kurban yang mencapai angka 21 ribu.
“Tahun sebelumnya para pedagang menjual 18 ribu ekor kambing, dan 3 ribu ekor sapi. Itu data dari Asosiasi yang diberikan kepada kami para pedagang. Tahun ini, dari Asosiasi juga paling hanya sampai 10 persen saja kuota yabg tersedia,” tuturnya.
Dirinya berharap ada kejelasan dari pemerintah pusat maupun daerah terkait pendistribusian hewan ternak ini, apalagi sekarang sudah mau memasuki Idul Adha.
“Seperti saya yang kemarin memesan 37 ekor sapi dan kambing 53 ekor. Saat tiba di Kuala Tungkal, Jambi dan akan menyebrang malah diminta untuk kembali. Sementara stok saya saat ini hanya 160 ekor sapi saja,” imbuhnya. (*)
Reporter: Eggi Idriansyah

