
batampos – Polsek Nongsa melalui Tim unit Intelkam melakukan pengecekan di Stasiun Pengisian dan Pengangkitan Bulk Elpiji (SPBE) PT. Putra Kelana Selaras Permai, yang berada di wilayah Hukum Polsek Nongsa setelah mendapatkan informasi atas kelangkaan gas eliji 3 Kg di wilayah tersebut di beberapa hari terakhir.
“Kita turun ke lapangan untuk mengetahui adanya kendala dalam penyaluran gas elpiji ke masyarakat Nongsa. Maka kita melakukan pengecekan di stasiun Pengisian Bulk Elpigi untuk mengetahui kendala dan keluhan banyak masyarakat,” ujar Kapolsek Nongsa, Kompol Fian Agung, Minggu (26/3/2023).
Kapolsek menambahkan, setelah turun melakukan pengecekan, terjadi kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg disebabkan adanya keterlambatan pasokan dari depot Pertamina Tanjung Uban ke SPBE di Kota Batam.
Baca Juga: Kampung Aceh Masih Diawasi Polisi
Ia menyampaikan pihaknya mengawasi kelangkaan gas di Batam terhadap SPBE yang berada di wilayah hukumnya, pada Jumat (24/3) lalu.
“Sebab, SPBE yang berada di Kabil Punggur ini menjadi salah satu tempat pengisian tabung gas untuk didistribusikan ke masyarakat Batam,” sebutnya.
Terdapat dua Stasiun Pengisian dan Pengangkitan Bulk Elpiji (SPBE) Gas Elpiji 3 Kg di Wilayah Kecamatan Nongsa yaitu PT. Putra Kelana Selaras Permai dan PT. Subur Intisurya Gas.
Baca Juga: Dinkes dan BPOM Batam akan Sidak Bazar Ramadan
Untuk SPBE PT. Putra Kelana Selaras Permai terdapat 6 Perusahaan agen gas yang saat ini melakukan pengisian ulang gas Elpiji 3 Kg. Sementara untuk SPBE PT. Subur Intisurya Gas terdapat 9 Perusahaan yang saat ini melakukan pengisian ulang gas elpiji 3 Kg.
“Berdasarkan informasi dari pihak SPBE, untuk saat ini pasokan Gas Elpiji 3 Kg di Kota Batam sudah normal dan pasokan stok di SPBE masih dalam keadaan aman dan terkendali,” pungkasnya.(*)
Reporter: Azis Maulana



