
batampos – Menjelang dimulainya libur panjang sekolah, aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Hang Nadim Batam masih normal. Arus keberangkatan dari Batam menggunakan maskapai Lion Air Group ke berbagai daerah masih berada dalam kondisi normal, begitu pula dengan ketersediaan tiket.
Area Manager Lion Air Group wilayah Kepulauan Riau, Amar Fernando, mengatakan hingga saat ini belum terlihat adanya peningkatan signifikan jumlah penumpang. Kondisi tersebut berbeda dengan momen libur sekolah pada umumnya yang biasanya mulai memicu kenaikan permintaan tiket.
“Untuk peningkatan penumpang sampai saat ini belum terlihat. Bisa dikatakan masih normal,” ujar Amar, Kamis (18/6).
Baca Juga: PELNI Prediksi Penumpang Naik 3 Persen, Rute Batam-Belawan Tetap Favorit Saat Liburan
Meski demikian, pihaknya memperkirakan lonjakan penumpang berpotensi terjadi saat masa liburan sekolah benar-benar dimulai. Lion Air Group mengaku telah menyiapkan langkah antisipasi apabila permintaan penerbangan meningkat dalam beberapa pekan ke depan.
“Pada liburan anak sekolah biasanya memang terjadi peningkatan. Namun untuk kali ini kami masih melihat perkembangannya,” katanya.
Selain memantau pergerakan penumpang, Lion Air Group juga membuka peluang melakukan penyesuaian tarif tiket menyusul turunnya harga avtur dalam beberapa waktu terakhir. Menurut Amar, perubahan harga tiket sangat bergantung pada kondisi pasar dan tingkat permintaan masyarakat.
“Untuk penyesuaian harga tiket pasti ada, sesuai dengan permintaan pasar,” jelasnya.
Baca Juga: 97 Persen Warga Kepri Terdaftar JKN, Keaktifan Masih Menjadi Tantangan
Ia menerangkan, mekanisme penentuan tarif penerbangan saat ini berada di tangan maskapai dengan tetap mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, harga tiket dapat berubah mengikuti dinamika biaya operasional maupun permintaan penumpang.
Sebelumnya, Lion Air Group sempat menyampaikan bahwa harga tiket pesawat dari Batam mengalami kenaikan sekitar 15 hingga 23 persen. Kenaikan tersebut dipicu oleh penyesuaian fuel surcharge, pajak, serta sejumlah komponen biaya operasional lainnya.
Meski demikian, maskapai memastikan akan terus menyesuaikan tarif sesuai kondisi pasar. Jika biaya operasional mengalami penurunan dan permintaan belum tinggi, bukan tidak mungkin harga tiket kembali mengalami penyesuaian sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat yang akan bepergian selama libur sekolah. (*)

