
batampos – Kasus dugaan penganiayaan yang dialami seorang anak perempuan di Kecamatan Sagulung mendapat perhatian serius dari Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Batam. LPA meminta pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku dan dijatuhi hukuman maksimal agar menimbulkan efek jera.
Sekretaris LPA Batam, Erry Syahrial, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) Kota Batam untuk memastikan kondisi korban mendapatkan penanganan yang optimal.
“LPA sudah berkoordinasi dengan UPTD PPA Kota Batam. Saat ini anak tersebut sudah mendapatkan penanganan, baik secara fisik maupun mental,” ujar Erry, Minggu (21/6).
Menurut Erry, kasus kekerasan terhadap anak masih kerap terjadi di Batam dan menjadi perhatian bersama. Karena itu, ia berharap proses hukum terhadap pelaku dapat berjalan tegas sehingga memberikan efek jera dan menjadi peringatan bagi pihak lain agar tidak melakukan tindakan serupa.
Baca Juga: Ayah Kandung Korban Jadi Tersangka Kasus Penganiayaan Bocah 9 Tahun di Sagulung
“Pelaku harus diproses sesuai hukum yang berlaku dan diberikan hukuman maksimal agar ada efek jera. Kasus kekerasan terhadap anak seperti ini masih sering terjadi di Batam,” katanya.
Terkait masa depan korban, Erry menyebut selama ini anak tersebut tinggal bersama ibu tiri dan ayah kandungnya. Namun, terdapat rencana agar korban kembali diasuh oleh ibu kandungnya demi memberikan lingkungan yang lebih aman dan mendukung proses pemulihan.
“Selama ini korban tinggal bersama ibu tiri dan ayah kandungnya. Informasinya ada rencana anak ini akan kembali diasuh oleh ibu kandungnya,” ungkapnya.
Erry juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kondisi anak-anak di lingkungan sekitar. Menurutnya, warga tidak perlu takut untuk melaporkan atau terlibat ketika menemukan dugaan kekerasan terhadap anak, karena perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama.
“Ini menjadi pelajaran bagi masyarakat. Jangan takut untuk terlibat ketika ada persoalan yang menyangkut anak. Anak dilindungi oleh undang-undang, sehingga setiap indikasi kekerasan harus segera dilaporkan,” tegasnya.
Baca Juga: Jenguk Bocah Korban Kekerasan Ibu Tiri, Amsakar Kecam Keras Pelaku dan Jamin Pendidikan Korban
Ia menambahkan, peran masyarakat sangat penting dalam mencegah dan mengawasi potensi terjadinya kekerasan terhadap anak. Dengan kepedulian lingkungan, kasus serupa diharapkan dapat lebih cepat terungkap dan ditangani sebelum menimbulkan dampak yang lebih besar bagi korban.
“Pengawasan dari masyarakat sangat penting. Semakin banyak pihak yang peduli, semakin besar peluang anak-anak mendapatkan perlindungan dari tindak kekerasan,” tutup Erry. (*)

